Oleh: Bery Setiawan
Sekitar akhir Desember tahun lalu, kampus merah putih disibukkan oleh pemasangan tiang-tiang besar persis di depan pintu gerbang kampus. Pikir saya, mungkin sedang dibangun sebuah papan untuk menunjukkan identitas kampus ini. Tak disangka, sebuah billboard iklan besar sebuah bank mengejutkan saya ketika saya menginjakkan kaki di kampus di awal tahun.
Saya tersenyum kecut sendiri, ternyata tiang-tiang tersebut didirikan untuk kepentingan orang-orang yang (sepertinya) ingin terus mengumpulkan pundi-pundi untuk kantong pribadi. Saya mulai bertanya-tanya sendiri, apa yang telah dilakukan oleh pihak yayasan sehingga bisa mengizinkan pemasangan iklan tersebut. Untuk mempercantik kampus kita saja terasa sulit karena lahan yang sempit, apalagi ditambah dengan kehadiran ‘tamu’ tak diundang ini.
Lokasi kampus Moestopo yang cukup strategis memang menjadi incaran pemasang iklan. Tapi dilihat dari kondisi sekitar kampus yang sudah cukup ramai oleh pemasangan iklan dimana-mana, apakah pantas memasang iklan lagi yang cukup besar sampai menutup sebagian wajah kampus saya? (maaf, saya jadi emosi begini). Ditambah dengan semrawutnya area kampus pada siang hari hanya akan membuat kampus saya semakin ‘berantakan’.
Hal ini akan mengakibatkan kampus Moestopo punya trademark baru. Karena dipasang ditempat yang strategis, tidak mungkin orang tidak melihat billboard yang cukup besar apalagi dengan gambar model yang cantik. Bisa-bisa lama kelamaan orang tidak tahu Kampus Moestopo ada di mana, sebab orang-orang tahunya ‘Kampus Danamon atau Kampus Parade Iklan’?
Dan saya hanya bisa duduk lesu memandangi billboard iklan itu. Oh, Tuhan!


2 Comments
17 March, 2008 at 3:55 pm
mungkin kampus Moestopo sedang mencari dana tambahan untuk bangun lahan parkir lebih luas, atau membuat kantin, humm.. mungkin juga untuk tambah koceknya sendiri…
23 July, 2008 at 4:29 pm
dunia komunikasi yang kita sayangi sedang sakit parah karena etika dan estetika tidak ketinggalan jauh dari urusan uang. ada ide untuk mengembalikan dunia komunikasi kepada yang mengerti mengelola pesan dengan indah dan mengena? (Di Mustopo ada jurusan komunikasi kan?) he he …