11 March, 2008...11:21 am

Dosen Moestopo: Yang Tua Yang Dijaga

Jump to Comments

Oleh : Rosalina

 

Syahdan, langit siang dihiasi awan berarak kelabu…

Entah kenapa saya merasa malas kalau lagi di kelas mendengarkan dosen mengoceh. Bukan. Bukan karena saya pemalas yang ke kampus hanya ingin tampil gaya (saya tidak menyalahkan siapa-siapa, you deserved to be). Tapi, mengapa di Moestopo itu keberadaan dosen yang sudah tua (di atas 55 tahun) masih boleh mengajar di Moestopo, ya? Saya harap di Moestopo tidak menganut ‘Yang Muda Tidak Boleh Berbicara’ (mirip iklan salah satu rokok itu, lho).

Dosen-dosen sepuh itu memang sudah makan asam garam di dunia pendidikan. Tapi, apakah yang mereka sampaikan itu sudah sesuai dengan perkembangan zaman? Ilmu komunikasi itu salah satu ilmu sosial yang dinamis, ikut berkembang seiring berjalannya waktu. Bukan ilmu eksakta yang sampai botak juga satu tambah satu pasti dua. Terlalu terpaku pada buku membuat mahasiswa pada ngantuk.

Lucunya, diktat kuliah yang dipakai dosen-dosen berusia lanjut sudah turun-temurun dan (ehm!) jadul kalau kata anak muda sekarang bilang. Pernah ada seorang dosen mewajibkan setiap mahasiswa HARUS punya diktat. Sampul depan memang tertulis ‘2006′. Tapi ketahuan banget bekas coretan ‘1999′. Alhasil, semua contoh dalam diktat itu sudah out-of-date. Hahaha.

Soal penilaian juga bingung parameternya apa. Kata lain ‘pelit nilai’. Pengalaman saya, saat ujian mereka mau mahasiswanya menjawab persis tumplek, plek, dengan yang tertulis di buku (padahal soal bukan tentang teori). Sedangkan komunikasi itu ‘kan mengembangkan daya pikir dan nalar. Makanya, nilai mahasiswa banyak yang jelek karena dosen ogah terima jawaban yang sesuai pendapat dan nalar kita. Maunya, apa yang dia bilang, itu yang benar.

Saya berharap dosen harus fleksibel. Asalkan mahasiswa menjawab tanpa menghilangkan inti dari yang dimaksud, nilai B bolehlah (pastinya dengan absen dan tugas oke). Sering-sering diskusi juga bisa. Tapi, diskusi yang mampu menghargai pendapat sesama. Dosen bukan dewa. Jadi, mahasiswa dapat mengetahui perkembangan dunia komunikasi.

Apapun alasan mengapa dosen-dosen itu tidak dirumahkan, setidaknya perbanyaklah dosen muda yang berkualitas. Agar lulusan Fikom Moestopo nantinya bisa unggul. Oh ya, dengan catatan fasilitas dimanfaatkan secara maksimal. Malu sama kampus lain (sudahlah, akui saja). Lagipula, terlalu banyak teori dan minim praktek. Alasan pihak fakultas sih, Moestopo ini kan universitas. Lulusannya sarjana, bukan diploma. Ck, ck, ck.. Adaaaa aja alasannya!

Wahai mahasiswa Fikom Moestopo, belajarlah lebih giat karena saingan kita banyak dan berat. Semangat!!!

7 Comments

  • Saya juga setuju agar Dosen yang sudah berumur lanjut (senior) meng up date bahan kuliahnya untuk diajarkan kepada mahasiswa, dan hendaknya dosen yang berumur lanjut, jangan hanya mengajar untuk mengisi waktu senggang, sehingga mengajarnya menjadi tidak profesional.

  • yang muda yang di percaya, ngga berlaku ya di moestopo?

  • Hmmmm…kayaknya ini bukan soal umur deh..Tapi soal kapasitas. Kan gag ada jaminan yang muda lebih kapabel, meski berlaku hal yang sama. Yang tua belum tentu punya kemampuan yang baik.

    Problem dasarnya kayaknya di kebijakan fakultas. Mestinya orientasinya lebih jujur aja. Ke dunia praktisi, misalnya. Sehingga seluruh materi pengajaran di arahkan kesana.

    Lembaga mahasiswa mestinya bisa menjadi alat untuk menekan fakultas untuk melakukan apa kebutuhan mahasiswa.

    Mari…

  • Kalau dilihat pada soal umur, dosen yang terbilang berumur biasanya konservatif dan tidak terbuka pada sesuatu yang baru. Dari cara mengajar hingga penggunaan fasilitas penunjang kuliah. Ini bukan di kampus kita, tapi di setiap kampus.

    Dari pengalaman diajar oleh beberapa dosen muda usia, memang bisa dilihat perbedaan yang signifikan. Dosen muda lebih energik dan menarik dalam penyampaian materi. Memang ga bisa dipukul rata, tapi rata-rata begitu.

    Btw, kayaknya lembaga mahasiswa di kampus kita dikebiri yah sama fakultas? Well, itu hanya pengamatan saya saja.

  • walah…mang dr dulu kaleee…..br tau ya?

    yang namanya pikom mustopo tuh dosen yg bagus cuman dikit. nih beberapa yg bagus: Bu Fitri, Pak Rudi,Pak Fauzi……..trus…..udah!

    hehehe……yg banyak bagusnya tuh cewenya doank. (kalo itu semua pasti setubuh)

    makanya ni kampus mesti direformasi total…bukan cuman dosen yg uncapable, tp juga karyawan2nya yg ga profesional……mental duit cebanan…….trus gedungnya tuh juga perlu direformasi…TOTAL!

    untung gw dah lulus….cuman ttp aja nyari kerja ga gampang….saingan nya banyak. dari kampus yg ‘lebih’ lagi….IP tinggi di mustopo ga ngaruh….soalnya standartnya aja ketinggalan…

    duh cuape deh…….

  • semester 7 kemarin saya ikut mata kul kwirausahaan,Dosen T.J.
    pmasalahan saya dengan nilai uts 80,absn 100% dan mngerjakan tugas tp pada nilai akhir saya diksh nilai D…

    tp aneh nya tmn2 saya yang tidak ikut uts,tidak mngumpulkan tugas,absen kurang dari 80% mreka bisa mndapatkan nilai A.

    stelah di selidiki trnyata mreka2 yg mndapat nilai bgus itu menyogok dosen TJ sbsesar 50 rb setiap anak sebelum UAS.

    pmasalahn ini sdh saya laporkan (brsama ke 11 tmn saya y9 juga mnjadi korban) ke pihak skertariat.bukannya mndapat jalan kluar yg terbaik malah saling lempar sana-sini.bahkan rektor pun yang tadinya setuju mngadakan ujian ulang malah mbatalkan.

    smpai saat ini pmasalahn trsebut blum ada jln kluar , pdhl saya dan tmn2 ingin mngikuti sidang bln oktober…….

    saya cm ingin pihak sketariat bisa mberikan jalan kluar yg trbaik bg mahasiswanya, kami sudah dirugikan terutama oleh dosen TJ.
    mohon kbijaksanaan dr sketariat untuk mberikan kesempatan kami untuk ujian ulang atau dengan remedial..

    thx

  • hmm…
    gw juga mengalami hal sperti itu semester ini.
    tapi, bedanya nilai gw bukan D tapi B.
    padahal gw yakin bisa dapet A. UTS dpt 80 (nilai tertinggi), praktek bagus, ikut quis secara lisan (pdhl byk gak ikut), dan UAS juga maksimal , tapi cuma dapet B?
    sedangkan tmen gw yg nilai UTS dbwh gw n quis lisan gelagapan bisa dapet A. huh…
    pas gw mau minta konfirmasi nilai tu dosen byk alasan.. trus gw tlp lagi tapi malah ga diangkat2. akhirnya gw sms, tapi ga ada tanggepan juga. hhhh….
    blm puaaaassss….. (matkul dasar siaran radio)


Leave a Reply