24 August, 2007...12:11 pm

Taman Menteng

Jump to Comments

 

Oleh: Sisi, Nelly, Qory

Jakarta kembali mempunyai taman kota, ruang hijau terbuka untuk umum itu berlokasi di Menteng, Jakarta Pusat. Taman ini dulunya merupakan stadion Persija.yang menjadi salah satu kebanggaan warga Jakarta. Selain itu, keberadaan stadion ini mempunyai sejarah tersendiri, baik dalam sejarah Kota Jakarta maupun persepakbolaan nasional, khususnya Jakarta. Kini stadion itu berubah wajah menjadi sebuah taman kota

Taman itu bernama Taman Menteng. Taman seluas 2,5 hektar yang diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso pada akhir April lalu ini menghabiskan dana kurang lebih 30 miliar. Sutiyoso sendiri berharap Taman Menteng ini nantinya akan menjadi Monas kedua bagi warga Jakarta. Untuk menambah kerindangan dan kenyamanan, taman ini juga ditanami 1.000 pohon dari 30 jenis tumbuhan.

Sebenarnya, Sutiyoso sudah merencanakan untuk mengubah fungsi Stadion Menteng sejak 2004 yang lalu. Dinas Pertamanan DKI Jakarta membuka sayembara desain Taman Menteng sebagai ruang terbuka publik serba guna. Sayembara ini menekankan pada tema penyelesaian masalah parkir bawah tanah dan ruang publik yang berkarakter kontemporer.

Akhirnya terpilihlah Soebchardi Rahim dengan desainnya yang bertema “Dual Memory” sebagai pemenangnya. Desain Soebchardi sesuai keinginan Pemerintah Propinsi (Pemprop) DKI Jakarta, yaitu menghilangkan stadion bersejarah yang sudah berumur 84 tahun. Tak heran jika desain-desain lain yang tetap mempertahankan keberadaan stadion dan memadukannya dengan taman interaktif serbaguna justru ditolak.

Rencana menata Taman Menteng seperti itu pernah mencuat di saat Surjadi Soedirdja menjadi Gubernur DKI Jakarta (1992-1997). Namun, dengan pertimbangan akan merusak resapan air, Surjadi menolak rencana tersebut. Kelompok Studi Arsitektur Lanskap mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan peringatan terhadap rencana memindahkan Stadion Persija dan menjadikannya taman serbaguna. Namun Pemprop DKI tidak memedulikannya.

Tidak sedikit pihak yang menentang pembangunan Taman Menteng. Dalam proses kepemilikan tanahnya pun tidak mudah. Tanpa sepengetahuan pihak Persija, Pemprop DKI mengaktekan tanah stadion ini ke Badan Pertanahan Nasional pada 2001 lalu. Lahan tempat berdirinya stadion dan Wisma Persija ini dinyatakan sebagai lahan kosong dan pihak Persija disebut hanya mempunyai hak guna bangunan. Karenanya, Pemprop DKI kemudian digugat ke PTUN, namun gagal. Persija kemudian kembali mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri. Saat proses hukum masih berjalan, Pemprop DKI memaksa Persija untuk pindah kantor ke kawasan Roxi.

Tanggal 26 Juli 2006, Satpol PP Pempropi Jakarta dibantu pihak kepolisian dan TNI merobohkan bangunan stadion Persija tersebut. Pembongkaran ini mendapat kecaman dari banyak pihak, terutama dari warga sekitar, Persija sendiri, 30 klub sepakbola lainnya, bahkan Menteri Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault.

Pasca pembongkaran stadion, Walikota Jakarta Pusat, Muhayat, dilaporkan oleh pihak Persija ke Polda Metro Jaya atas pengusiran paksa dan dengan kekerasan. Banyaknya kendala yang dihadapi ternyata tidak menghentikan pembangunan Taman Menteng, karena toh akhirnya Taman Menteng ini tetap dibangun dan telah diresmikan April lalu. Proses pembangunannya sendiri berlangsung dari tanggal 1 September – 29 Desember 2006.

Kreasindo Pratama adalah tim yang dipercaya menjadi perencana dalam pembangunan Taman Menteng ini, sedangkan pihak yang menjadi kontraktornya adalah dari Jaya Kontruksi. Pujastawa, selaku Kepala Teknik dari Jaya kontruksi, mengatakan bahwa semingu sekali mereka datang ke Taman Menteng untuk melakukan pemeliharaan, diantaranya dengan memeriksa hal-hal teknis yang ada di Taman Menteng. Sampai sejauh ini memang belum banyak kerusakan yang dialami Taman Menteng, hal itu mungkin karena kondisinya yang masih baru jadi belum banyak masalah yang dialami. Jaya kontraktor juga berharap agar setiap pengunjung turut menjaga dan memelihara Taman Menteng. Misalnya saja dari hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengingat tempat sampah yang tersedia disini terbilang lebih dari cukup. Pengunjung dapat dengan mudah menemui tempat sampah di setiap sudut bangku taman, jadi tidak perlu repot karena harus jauh-jauh mencari tempat sampah.

Selain fasilitas bangku taman dan lapangan sepakbola, Taman Menteng juga menyediakan tempat parkir yang terbuka untuk umum. Tidak hanya pengunjung Taman yang dapat memarkirkan kendaraannya, tapi juga orang-orang kantor yang bekerja disekitar Taman serta pengunjung hotel yang letaknya tepat di samping taman Menteng. Mereka mengaku memarkirkan kendaraan mereka di taman menteng karena murah, dan aman. Tempat parkir yang terdiri dari empat lantai ini memang cukup nyaman dan aman. Selain itu, tersedia pula fasilitas lainnya seperti WC umum dan mushola. Namun yang paling mencuri perhatian adalah adanya rumah kaca yang ditengah-tengah taman. Rumah kaca yang terdiri dari dua ruangan yang terpisah ini ditujukan untuk mengadakan acara-acara besar, seperti pameran dan sebagainya.

Rencananya, Dinas Pertamanan juga akan menambah fasilitas-fasilitas lain, seperti foodcourt, dan panjat tebing. Untuk foodcourt, lahannya sudah tersedia yaitu tepat di bawah parkiran. Dan pada bulan Juli foodcourt ini sudah mulai beroperasi Sedangkan untuk panjat tebing, imasih dalam rencana yang belum tahu kapan pastinya akan terealisasi. Pihak dinas Pertamanan sendiri berharap dengan adanya penambahan fasiltas ini, akan menambahkan kenyamanan bagi pengunjung taman.

Untuk saat ini pengunjung yang datang ke Taman Menteng ini belum begitu banyak, dibandingkan dengan taman Suropati yang letaknya tidak begitu jauh dari taman Menteng. Menurut Pak Thamrin Lubis selaku tim keamanan di Taman Menteng “Paling-paling malam minggu atau hari libur Taman ini banyak pengunjungnya” ia juga mengatakan pengunjung yang datang lebih banyak dari kalangan remaja. Biasanya mereka yang mau main basket atau bola, karena memang lapangan olahraga yang ada di Taman Menteng ini terbilang baik dan luas. Nuradana, Kurniawan dan tim sepakbola dari Gunadarma Salemba mengaku datang ke Taman Menteng untuk berlatih sepakbola guna mempersiapkan kompetisi di kampusnya. Alasan memilih taman Menteng, selain lokasinya yang dekat dari kampus mereka juga karena lapangan di Taman Menteng cukup nyaman dipakai untuk latihan. Akan tetapi mereka sedikit menyayangkan gersangnya Taman Menteng ini, belum banyak pohon besar yang bisa melindungi dari terik matahari apabila mereka melakukan latihan disiang atau sore hari. pengunjung yang datang ke taman Menteng ini justru lebih banyak dari luar lingkungan Menteng sendiri, Contohnya ibu Erlin dan ibu Rosti, mereka datang dari Cakung untuk membawa anak mereka bermain. “Saya tahu Taman Menteng ini dari tv” ujarnya.

Sedangkan Mengenai peraturan yang ada di Taman Menteng, Thamrin Lubis selaku tim keamanan mengatakan bahwa belum ada peraturan resmi untuk pengunjung Taman Menteng tersebut, sejauh ini masih dari kebijakan security. Karena Taman ini baru, dan belum adanya pagar, jadi pengunjung Taman bisa keluar masuk dengan bebas tanpa dipungut biaya, Kebijakan lain yang dbuat oleh security adalah jam malam umtuk olahraga, maksudnya adalah lapangan olahraga hanya bisa dipakai sampai jam 10 malam, lebih dari itu lapangan tidak boleh dipakai lagi untuk olahraga, untuk pedagang kaki lima sejauh ini tidak diijinkan untuk bisa berjualan di dalam area ataupun berada di sekitar taman Menteng, Pihak keamanan mengatakan bahwa hal ini dilakukan agar kondisi taman tetap tertib, teratur dan bersih dan pada nantinya di taman ini akan ada foodcourt. Kebijakkan ini telah dibuat sebelum taman ini dibangun oleh dinas pertamanan.

Terlepas dari peraturan mengenai peraturan yang ada pada setiap taman kota yang ada di wilayah DKI jakarta, Taman Menteng sendiri merupakan salah satu taman kota terbesar setelah monas. Dinas pertamanan berharap, Taman Menteng ini akan berguna sebagai penghijauan kota, sekaligus menjadi tempat wisata. Jadi mulai saat ini Taman Menteng sudah dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif bagi warga Ibu Kota dan sekitarnya untuk berwisata.

Leave a Reply